Red Yellow Electricity Lightning

Sabtu, 16 Februari 2019

4th Floor

(4th Floor/Lantai Keempat)

Pada kompleks apartemen dimana aku tinggal, terdapat cerita mengenai seorang gadis yang tinggal di salah satu bangunan. Dia tinggal di lantai tujuh dan biasaya selalu pulang terlambat, karena dia sedang mengerjakan tesis miliknya dan sekolahnya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Cerita dimulai, setiap waktu dia selalu memakai lift. Namun, lift tersebut selalu berhenti bergerak beberapa saat di lantai keempat. Pintu gesernya tidak terbuka atau ada sesuatu, tetapi dia merasakan ada tekanan atau semacamnya, seperti terdapat seseorang yang masuk dan bersamanya dalam lift. 

Apa kamu tahu bagaimana rasanya jika seseorang berdiri di sampingmu dan menatapmu, tetapi kamu tidak bisa melihatnya? Yah, ini terjadi padanya setiap kali menaiki lift. Faktanya, hal ini menjadi sangat buruk pada suatu malam, dia berkata kepada Ibunya untuk menunggu di lobi hingga dia pulang supaya mereka bisa naik ke lantai atas bersama. Ibunya, tentu saja, setuju.

Gadis tersebut pulang lebih malam dari biasanya. katakan saja, pukul 03.00 pagi. Beruntung, Ibunya masih berada di lobi, menunggunya seperti yang dijanjikan. Mereka memasuki lift bersama-sama, dan ketika lift berhenti di lantai keempat, si gadis memandang Ibunya sambil berkata, “lihat? Ini selalu terjadi!”

Wanita tua tersebut, dalam upaya untuk menghibur putrinya, melingkari tangannya pada bahu putrinya dan membungkuk sedikit, sebelum membisikan sebuah kalimat. “Apakah kamu berpikir aku benar-benar terlihat seperti Ibumu?”

Hari berikutnya, mereka menemukan gadis yang sedang terduduk dalam lift, sendiri. Dia telah mati. Tidak ada bekas kekerasan pada tubuhnya, dan pada wajahnya, tampak seperti ketakutan.

Selasa, 12 Februari 2019

The Red Spot

Bintik-Merah-Dunia-Cerita-0412
Ketika Ruth sedang tertidur, seekor laba-laba merangkak di atas wajahnya, dan diam disana selama beberapa menit, kemudian pergi.

Paginya, dia bertanya pada Ibunya, “bintik merah apa yang ada di pipiku ini?”

“Terlihat seperti gigitan laba-laba.” Kata Ibunya, “bintik itu akan sembuh dengan sendirinya. Cukup jangan garuk saja.”

Kemudian, bintik tersebut berubah menjadi bisul merah. “Lihat itu sekarang?” Kata Ruth, “bintik ini semakin membesar.”

“Kadang itu terjadi.” Kata Ibunya, “itu adalah puncaknya.”

Dalam beberapa hari, bisul tersebut semakin membesar. “Lihatlah itu sekarang.” Kata Ruth, “menyakitkan dan jelek.”

“Yah, kita perlu memeriksakannya ke dokter, mungkin infeksi.” Kata Ibunya. Tetapi, dokter tidak akan datang memeriksanya hingga besok.

Malamnya, Ruth ingin mandi dengan santai. Saat dia membasuh tubuhnya, bisulnya pecah. Menumpahkan keluar segerombolan laba-laba yang berasal dari telur yang ditanam induk laba-laba di pipinya.


Senin, 11 Februari 2019

There's Something Under My Bed

(There's Something Under My Bed/Terdapat Sesuatu di Bawah Tempat tidurku)


Anthony bergabung dalam percakapan

Joel bergabung dalam percakapan

Joel sedang mengetik...

Joel: Halo, disini dengan Joel, dari CPCU. Ada masalah apa?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Terdapat sesuatu di bawah tempat tidurku…. Hal tersebut membuatku was-was.

Joel sedang mengetik...

Joel: Apa yang ada di bawah tempat tidurmu?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Aku tidak tahu. Aku tidak tahu... Aku mengecek di bawah sana dan tidak mendapati apapun disana. 

Joel sedang mengetik...

Joel: Sejak kapan sampai masalah ini muncul?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Oh, Sekitar satu atau dua bulan.

Joel sedang mengetik...

Joel: Apa yang terjadi di bawah tempat tidurmu?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Yah, aku mendengar suara aneh semacam cakaran atau erangan. 

Joel sedang mengetik...

Joel: Erangan?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Ya, erangan.

Joel sedang mengetik...

Joel: Apa kamu memikirkan jika itu semacam hewan pengerat?

Anthony sedang mengetik...

Anthony: ....

Joel sedang mengetik...

joel: Halo?

Joel sedang mengetik...

Joel: Apakah kamu masih disana?

Anthony sedang mengetik

Anthony: Ya, maafkan aku.

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Aku baru saja sedang berbicara dengan putriku. Dia mengatakan padaku bahwa terdapat monster di bawah tempat tidurnya. 

Joel sedang mengetik...

Joel: Maaf, tapi itu tidak terdengar masuk akal!

Joel sedang mengetik...

Joel: Jadi, suaranya TIDAK berasal dari ranjangmu? 

Anthony sedang mengetik...

Anthony:....

Anthony sedang mengetik...

Anthony:...Tapi, suaranya samar-samar mengetuk bawah ranjangku. 

Anthony sedang mengetik...

Anthony: Tunggu...

Joel sedang mengetik...

Joel: Tunggu apa?

Anthony saat ini sedang offline...

Joel sedang mengetik...

Joel: Halo?

Joel sedang mengetik...

Joel: Siapapun ada disana? 

Joel sedang mengetik...

Joel: Siapapun?

Joel meninggalkan percakapan...

Dark Angel

(Dark Angel/Malaikat Kegelapan)



“Sayangku.”

“Apa yang telah kuperbuat?”
Dark-Angel-Creepypasta-Indonesia-O413

Awalnya, ada seorang gadis muda yang cantik. Dia adalah gadis tercantik yang pernah kulihat. Kuingat rambut emas cantiknya, matanya yang seperti kristal berwarna biru dan senyumnya yang takjub untuk dilihat. Saat itulah aku jatuh cinta pada makhluk itu. Aku ingin bersamanya. Meskipun sampai melawan surga, aku ingin bersamanya. 

Saat pertama kali bertemu, seperti keajaiban. Setiap malam, kami berlari ke hutan untuk menyendiri dan saling berbagi hasrat pada sesama. Tetapi, apa bayarannya?

Suatu pagi selalu datang, aku menampakan wujud asliku padanya dan matanya berbinar-binar. Dia ingin aku membawanya terbang, dan aku melakukannya. Kugendong dia, mengepakan sayapku, dan terbang di langit.

Dia terpesona dengan indahnya pemandangan yang dilihatnya, jauh di langit. Lalu, dia memberikan ciuman di pipiku. Aku sangat senang sampai sesuatu berubah dari dari baik menjadi buruk. 

Aku berhenti dan melihat sayapku. Kulihat sayapku berubah dari putih menjadi hitam, dan terbakar, berubah menjadi bentuk iblis. Aku merasa kegelapan menembus nadiku, dan semuanya berubah menjadi hitam.

Ketika aku terbangun, aku mendapati diriku di atas tanah yang berlumuran darah. Aku segera bangkit dan mendapati cintaku telah hancur berkeping-keping (secara denotasi).

Oh, apa yang telah kuperbuat?!

Cintaku! Cintaku! Permata cantik-ku… hilang selamanya dalam kepekatan hatiku!

Aku perlahan memeluk apa yang tersisa dari cintaku dan menangisinya. 

Ini adalah hukumanku… Jika saja aku tidak mencintainya atau tidak melawan surga, cintaku akan terus hidup. Perbuatanku sungguh bodoh.
Kini, aku tidak pernah mencintai, karena kutukan yang kugenggam…. Selamanya, sebagai Malaikat Kegelapan.

Sabtu, 09 Februari 2019

The Girl in The Photograph

(Gadis dalam Foto)


The-girl-in-the-photograph-creepypasta-indonesiaSuatu hari di sekolah, seorang laki-laki bernama Tom sedang duduk di kelas dan mengerjakan matematika. Saat itu, enam menit kemudian jam sekolah akan berakhir. Saat dia sedang mengerjakan PR-nya, sesuatu menarik perhatiannya. 

Mejanya berada dekat jendela, dan dia melihat pemandangan rerumputan di luar. Tampak terdapat gambar disana. Ketika jam sekolah telah selesai, dia berlari ke titik dimana dia tadi melihat. Dia berlari sangat cepat sehingga tidak ada siapapun yang bisa mengambilnya duluan.

Dia mengambil gambar tersebut dan tersenyum. Itu adalah gambar dari beberapa perempuan tercantik yang pernah dia lihat. Gadis tersebut memakai gaun dengan celana ketat dan sepatu merah, dan tangannya membentuk seperti lambang perdamaian.

Gadis tersebut sangat cantik jadi dia ingin menemuinya, jadi dia berlari ke seluruh penjuru dan menanyakan ke beberapa orang yang mungkin saja tahu keberadaan gadis tersebut. Tetapi, semua orang mengatakan “tidak.” Dia sangat terpukul.

Ketika dia sampai rumah, dia bertanya kepada kakak perempuannya, siapa tahu kakaknya mengetahuinya, tetapi sayangnya dia juga mengatakan “tidak.” Hari semakin malam, jadi Tom menaiki tangga, menaruh gambar tersebut di meja samping ranjangnya dan kemudian tidur.

Saat tengah malam Tom terbangun karena ketukan dari jendelanya. Terdengar seperti yang mengetuk menggunakan kuku. Dia menjadi takut. Setelah ketukan dia mendengar suara tawa. Dia melihat bayangan dekat jendelanya, jadi dia turun dari ranjangnya, berjalan menuju jendelanya, membuka jendela dan mengikuti suara tawa. Saat dia mendekati suara itu, suaranya menghilang. 

Hari berikutnya, lagi, dia bertanya mengenai gadis dalam gambar jika mereka tahu atau tidak. Semua orang mengatakan, “maaf, tidak.” Ketika ibunya pulang, bahkan dia menanyakannya jika ibunya tahu atau tidak tentang gadis dalam gambar tersebut. Ibunya mengatakan “tidak.” Kemudian dia pergi ke kamarnya, menaruh gambar tersebut di mejanya dan tidur terlelap.

Sekali lagi, dia terbangun karena suara ketukan. Dia mengambil gambar gadis tersebut dan mengikuti suara tawa tersebut. Ketika dia berjalan menyeberangi jalan, ketika itu dia tiba-tiba ditabrak mobil. Dia mati dengan gambar gadis tersebut di tangannya. 

Supir mobil tersebut keluar dari mobilnya dan mencoba menolongnya, tetapi sudah sangat terlambat. Lalu, supir tersebut melihat sebuah gambar dan mengambilnya. 

Dia melihat seorang gadis imut mengangkat ketiga jarinya. 

Aka Manto

(Jubah Merah)


Introduksi Tentang Aka Manto


Aka-Manto-Creepypasta-0413-IndonesiaSiapakah Aka Manto? Selama penelusuranku di beberapa situs-situs, mulai dari Wikiped hingga beberapa situs mancanegara, muncul simpulan tentang Aka Manto ini. Aka Manto(赤マント), dalam translasi inggris disebut Red Cape yang mana jika kita terjemahkan ke Bahasa Indonesia, menjadi Jubah Merah, merupakah salah satu dari sekian banyak supranatural urban legend yang berasal dari negara Sakura, Jepang. Diceritakan bahwa terdapat roh jahat yang menghantui toilet pada sekolah. Diceritakan pada salah satu versi, jika seseorang sedang menggunakan toilet sekolah(terutama jika kamar toilet tersebut terletak paling ujung), muncul suara entah darimana yang menanyakan, “ingin tisu berwarna merah atau biru?” Jika yang dipilih adalah tisu berwarna merah, maka kamu akan dicincang, dipotong atau apapun yang mengakibatkan baju yang kamu kenakan berwarna merah seperti Aka Manto. Jika memilih tisu berwarna biru, maka kamu akan dicekik hingga kulitmu berubah menjadi biru seperti permintaanmu. Jika kamu memilih warna lain selain kedua itu, kamu akan ditarik ke neraka. Pilihan satu-satunya agar tidak mengalami kematian atau jatuh ke neraka adalah dengan tidak memilih tisu warna apapun. 

Berikut Adalah Salah Satu Cerita Aka Manto


Di sebuah sekolah di Tokyo, Jepang, dirumorkan bahwa terdapat hantu, bernama Aka Manto, yang menghantui toilet perempuan. Setiap anak-anak di sekolah tersebut mengetahui Aka Manto, jadi mereka selalu menghindari toilet tua dekat ruang olahraga. Suatu hari, seorang gadis muda sangat membutuhkan untuk menggunakan toilet. Karena jarak toilet yang terdekat adalah toilet tua tersebut, dia menggunakan toilet tersebut dan melihat bahwa tidak ada seorangpun yang memakainya. Tanpa ragu, dia memilih pintu toilet keempat dan menyelesaikan urusannya karena tempat tersebut, dia lihat yang paling bersih. Ketika gadis tersebut ingin mengambil tisu, dia tidak menemukan ada tisu menggantung pada tempatnya. Kemudian dia mendengar suara Aka Manto dari luar, di balik pintu tempatnya berada.

“Kamu menginginkan tisu merah atau tisu biru?” Ucapnya.

“Tisu merah.” Balas gadis tersebut. Aka Manto kemudian mendobrak pintu toilet dan menikam gadis tersebut. Dia tidak berhenti sampai tiap inci dari baju gadis tersebut menjadi merah.

Beberapa bulan kemudian, terdapat gadis muda lain yang juga sangat membutuhkan untuk menggunakan toilet. Ketika dia tahu tentang kasus pembunuhan yang belum terpecahkan bertempat di toilet dekat gedung olahraga, dia terlalu putus asa untuk menemukan toilet lain (mungkin jaraknya jauh atau penuh). Ketika dia menyelesaikan urusannya di toilet keempat yang sama dengan gadis sebelumnya, dia tidak menemukan ada tisu menggantung pada tempatnya. 

“Kamu menginginkan tisu merah atau tisu biru?” Kata Aka Manto, dari balik pintu luar tempat gadis itu bertempat.

Gadis muda tersebut mengingat akan nasib gadis sebelumnya yang menjawab tisu merah, jadi dia menjawab, “tisu biru.”Polisi kemudian menemukan dia mati di toilet saat sore. Wajahnya membiru akibat dicekik sampai mati.

Beberapa tahun terlewati, dan lagi, terdapat gadis ketiga menggunakan toilet gedung olahraga. Dia tahu akan cerita gadis-gadis yang dibunuh, gadis ini membawa tisu untuk digunakannya sendiri. Ketika dia membuka tasnya, dia mendapati bahwa tisu yang dibawanya menghilang. 

“Tisu merah atau tisu biru?” Kata Aka Manto.

Putus asa karena berpikir bahwa dia akan mati seperti gadis-gadis sebelumnya, kemudian dia mengambil pilihan ketiga. “Tisu kuning.” Dia diseret menuju neraka karena pilihannya tersebut. 

Dikatakan bahwa Aka Manto masih menghantui toilet keempat gedung olahraga hingga saat ini. Guru-guru melarang siswanya untuk mendekati toilet tersebut karena takut dengan apa yang di dalamnya. Toilet tersebut masih bisa digunakan, tetapi jika kamu memakainya, bersiaplah untuk menjawab “tisu merah atau tisu biru?”

Kisah Asli Aka Manto



Versi cerita ini pertama kali dibuat pada tahun 1930-an, meskipun versi lainnya sudah ada lebih lama dari versi ini. Lebih dari 70 tahun yang lalu, penampilannya berubah mulai dari mengenakan jaket kimono pendek tak berlengan menjadi jubah atau mantel merah panjang karena terjadi perubahan pada leksikon Jepang selama beberapa tahun terakhir(Aka Manto).

Banyak dari cerita tersebut yang memengaruhi berbagai versi dari Aka Manto. Salah satunya kisah mengenai Kainade, monster yang menempati toilet dunia lain. Kainade bersembunyi di toilet-toilet perumahan tua di Kyoto dan hanya muncul pada tanggal 3 Februari, saat festival Setsubun di Jepang(Kainade). Ketika seorang jongkok di dekat toilet tradisional Jepang, dua tangan keluar dan menyentuhmu. Satu-satunya cara agar berhenti adalah jongkok dan bertanya “kertas putih atau merah?” Lalu, tangan tersebut akan berhenti dan meninggalkanmu sendiri.

Versi lainnya dari Aka Manto, dia seorang penculik dan pembunuh. Diceritakan terdapat seorang lelaki yang bermantel merah mengunjungi sebuah toko kecil saat tengah malam (Si Jubah Merah). Dia menjelaskan bahwa dirinya adalah pembantu dari rumah utama dan majikannya sedang sakit parah. Dia menyakinkan sang ayah untuk membantunya, lalu sang ibu beberapa saat kemudian. Lalu, dia datang untuk yang ketiga kalinya untuk membawa anak-anaknya, tetapi tetangga bersikeras mengatakan bahwa anak-anak sedang tidur, jadi dia tidak bisa membawa mereka. Lelaki bermantel merah tersebut dengan enggan pergi dari situ. Kemudian, pasangan tersebut, sang ayah dan ibu ditemukan mati dan dan lelaki bermantel merah tidak pernah ditemukan lagi. 

Cerita ini berdasarkan pada cerita nyata tentang pembunuhan “aoi ghetto” atau disebut juga pembunuh bermantel biru. Di Fukui, Jepang pada 1906, tiga anggota keluarga dibawa oleh seorang pria yang kepalanya tertutup mantel biru. Diyakini bahwa mereka semua dibunuh dengan brutal. Karena tidak adanya dokumen berbahasa inggris yang rilis, tidak diketahui bagaimana cerita kejahatan ini selanjutnya.

Kamis, 07 Februari 2019

SCP-012: A Bad Composition

Item#: SCP-012: Komposisi Musik yang Buruk

Kelas Objek: Euclid
SCP-012-A-Bad-Composition-Indonesia-Creepypasta-0413
Ilustrrasi A Bad Composition

Prosedur Khusus Penanganan: SCP-012 harus tetap disimpan dalam ruangan gelap sepanjang waktu. Jika objek terkena sinar atau terlihat oleh personil dengan cahaya yang melebihi cahaya inframerah, berhentikan untuk sementara personil tersebut agar mendapatkan konseling mental dan pengobatan fisik segera. Objek harus dikunci pada kotak lapis besi, digantung di langit-langit dengan ketinggian minimum 2,5 meter(8 kaki) dari lantai, dinding atau lainnya. 

Deskripsi: SCP-012 ditemukan oleh seorang arkeolog K.M. Sandoval selama penggalian kuburan di Italia Utara yang hancur karena diterjang badai baru-baru ini. Objek, sebuah sobekan kertas musik yang ditulis tangan dengan judul “On Mount Golgotha”, bagian dari kertas musik yang lebih besar, tampaknya tidak lengkap. Tertulis dengan tinta merah/hitam pertama kali diperkirakan berasal dari warna buah beri atau pewarna alami, sampai akhirnya bahwa warna tersebut berasal dari beberapa subjek darah manusia. Personil pertama yang menemukan lembaran tersebut(unit 19 penyelamatan khusus) memiliki dua anggota menjadi gila, yang pada akhirnya menggunakan darah mereka untuk mencoba menyelesaikan komposisi musik tersebut. Pada akhirnya mereka kehilangan banyak darah dan mengalami trauma internal. 

Mengikuti alur investigasi, beberapa subjek tes yang diperbolehkan untuk mengakses kertas musik tersebut. Pada setiap kasus, subjek-subjek memutilasi tubuh mereka sendiri untuk menyelesaikan kertas musik tersebut dengan darah mereka, mengakibatkan gejala psikosis dan trauma masif. Subjek-subjek yang berusaha untuk menyelesaikan bagian dari sobekan kertas musik tersebut melakukan bunuh diri, menyatakan bahwa sobekan kertas tersebut “mustahil untuk diselesaikan”. Upaya untuk memainkan musiknya menghasilkan hiruk-pikuk tidak menyenangkan, dimana antara satu alat musik dengan alat musik lainnya tidak menghasilkan korelasi maupun keharmonisan. 

Diterjemahkan Dari: SCP-012

<<SCP-011: Sentient Civil War Memorial Statue                             SCP-013: Blue Lady Cigarettes>>

Rabu, 06 Februari 2019

SCP-007: Abdominal Planet

Item #: SCP-007: Planet Perut

Kelas Objek: Euclid

Prosedur Khusus Penanganan: SCP-007 ditangani dalam ruangan tertutup dengan ukuran 10 meter pada masing-masing sisi. Ruangan harus nyaman sebagai ruang tamu, dengan beberapa benda atau perabotan yang diminta oleh ███████████████(selanjutnya disebut dengan “subjek”), mengingat bahwa barang-barang yang diminta oleh subjek tidak bermasalah terhadap keamanan. Subjek tidak boleh dibiarkan pergi meninggalkan ruangan, dan akan ditahan paksa jika perlu.

Deskripsi: SCP-007 terletak dalam rongga perut Subjek. Subjek adalah seorang pria kaukasia, berpenampilan fisik sekitar 25 tahun(subjek mengaku berumur 28) dan memiliki tinggi 176 cm. Banyak bagian dari perut subjek(otot, kulit dan organ) tidak ada, meskipun subjek tidak menderita terhadap hal ini. Alih-alih daging, sesuatu yang terdapat disana adalah benda berbentuk bola yang terdiri dari campuran tanah dan air, meskipun bola tersebut tidak bersentuhan dengan tubuh subjek pada titik manapun. Bola terlihat, dalam banyak hal, miniatur yang hampir mirip dengan Bumi, berdiameter sekitar 60 cm, meskipun benua yang terlihat dalam miniatur tersebut tidak konsisten dengan apa yang dikenal dalam sejarah Bumi. Bola tersebut memiliki cuacanya sendiri dan gaya gravitasi yang dapat diabaikan, selain itu terdapat juga organisme mikroskopis yang agak mirip dengan penduduk modern Bumi yang menempatinya. Dua spesies cerdas telah diamati, meskipun belum dilakukan kontak maupun komunikasi. Tingkat teknologi spesies yang diamati harus diperiksa setidaknya seminggu sekali dan pada ██/████, peradabannya sama dengan Bumi abad ke-15.

Subjek mengaku bernama ███████████████, tetapi tidak ada catatan seorang yang memiliki nama tersebut. Subjek tidak memerlukan makanan maupun minuman, dan dia sementara diamati telah mengonsumsi keduannya, dan tidak diketahui kemana atau apa yang terjadi setelah dia menelan makanan maupun minuman tersebut. Subjek cerdas (IQ yang terukur adalah 128) dan ramah, dan menggangap bahwa planet yang terdapat pada perutnya adalah keingintahuan kecil tentang tubuhnya. Subjek tampak tidak memiliki tekanan karena tubuhnya yang tidak biasa itu. Ketika ditanya mengenai asal-usul planet yang terdapat pada perutnya, subjek menjawab, “aku hanya terbangun pada suatu hari dan bola tersebut berada disana begitu saja. Aku tidak tahu bagaimana bola tersebut bisa berada disana.” Subjek telah menyerahkan nomor jaminan sosial dan SIM dan diminta untuk diperiksa pada catatan yang diketahui. Setelah diperiksa, ternyata keduanya belum tercatat saat ini.

Dr. ███████ memiliki jadwal mingguan bermain catur dengan subjek, dimana kesehatan mental subjek dievaluasi. Dr. ███████ melaporkan bahwa subjek tidak masalah terhadap lingkungan tempat tinggal yang dibatasi dan belum menampakan tanda-tanda untuk melarikan diri atau menunjukan perlawanan atau penyakit mental, meskipun dia telah berulang kali meminta komputer dengan koneksi internet. Disarankan bahwa permintaan tersebut tidak dipenuhi karena mungkin bisa digunakan untuk membahayakan keamanan.

Diterjemahkan Dari: SCP-007

<<SCP-006: Fountain of Youth                                                                   SCP-008: Zombie Plague>>

SCP-008: Zombie Plague

Item #: SCP-008: Wabah Zombie

Kelas Objek: Euclid
SCP-008-Zombie-Plague-Creepypasta-0413
Diagram pita yang mengambarkan struktur tersier dari SCP-008.
Informasi sekuens asam amino primer dari SCP-008
telah dihapus

Prosedur Khusus Penanganan: Sampel dari SCP-008 telah dijadikan sebagai bahaya biologis ekstrim tingkat lima, dan semua protokol yang berhubungan berlaku. Tindakan pembakaran dan iradiasi akan dilakukan jika terjadi tindakan politik maupun militer yang mengakibatkan penutupan fasilitas, kegagalan daya atau kehilangan akses dari operator luar dalam periode delapan jam. 

Periode karantina operator yang meninggalkan fasilitas adalah empat bulan. Jika terjadi pelanggaran, pembakaran dan iradiasi akan dilakukan. Hal tersebut mungkin merupakan kebijakan semua situs G2 untuk tidak menyiapkan prosedur evakuasi.

Deskripsi: SCP-008 merupakan prion kompleks, beberapa sampelnya disimpan sejauh yang diketahui merupakan situs G2. Penelitian terhadap SCP-008 sangatlah rahasia dan terutama agar tidak terjadinya sintesis terhadap SCP-008 dimasa mendatang. Ciri-ciri dari prion SCP-008 meliputi;

  • 100% sangat menular,
  • 100% menyebabkan kematian,
  • penularan melalui selaput lendir yang terbuka dan dari cairan tubuh,
  • Tidak melalui udara maupun air.

Gejala dari SCP-008 muncul tidak lebih dari tiga jam setelah terkena paparannya, dan meliputi; 

  • Gejala mirip flu dengan demam tinggi disertai dengan demensia parah pada tahap selanjutnya.
  • Mengalami koma selama 20 jam setelah mengalami gejala awal dan 12 jam setelah terkena demensia. Permulaan koma akan dianggap sebagai permulaan kematian.
  • Terjadinya nekrosis sporadik selular yang mirip dengan gejala gangren. Jaringan asli berusaha untuk mempertahankan fungsi sekuat mungkin.
  • Sel darah merah meningkatkan penyimpanan oksigennya, membuat aliran darah melambat dan meningkatkan daya tahan dan kekuatan dari otot.
  • Sistem syaraf dan otot tidak terpengaruh oleh kegagalan total organ selama beberapa jam.
  • Metabolisme menurun hingga tingkat paling rendah, yang memungkinkan objek bisa bertahan hidup 10 tahun tanpa mendapatkan nutrisi eksternal.
  • Viskositas darah yang tinggi dalam aliran darah dapat memungkinkan untuk menolak tembakan, tusukan dan luka sayatan. 
  • Perilaku kondisi, kontrol motorik dan mekanisme insting menjadi rusak dan beberapa kemampuan kognitif menurun dan menjadi tidak teratur. Hewan-hewan mengalami nekrosis otak yang parah dan menjadi tidak aktif.
  • Subjek dapat bertahan dari kerusakan sistem syaraf tetapi terbatas pada aktivitas fisik, seperti berdiri, menyeimbangkan kedua kaki saat berdiri, berjalan, mengigit, mengenggam, dan merangkak. Subjek akan dengan sigap bergerak jika terdapat suara, sinar dan aroma dari manusia. Subjek akan berusaha untuk memakan manusia jika kontak terjadi.
  • Menetralkan subjek yang terinfeksi total diperlukan penanganan trauma kranial khusus. 
Ditemukan bukti kuat yang bahwa SCP-008 secara alami tidak lagi terbentuk semenjak varian dengan kompleksitas yang mirip menggusur ekosistem alaminya. Pada tahun 1959, upaya gabungan singkat telah dilakukan dengan USSR untuk melacak situs G2 dan mengeliminasikan SCP-008 telah dinegoisasikan setelah penemuannya. Status SCP-008 dalam tahanan Rusia semenjak unit gabungan berakhir tidak diketahui.

Tambahan 008-1: SCP-500 diketahui secara total mampu menyembuhkan gejala penyakit stadium selanjutnya yang ditimbulkan oleh SCP-008.

Diterjemahkan Dari: SCP-008

<<SCP-007:Abdominal Planet                                                                                SCP-009: Red Ice>>

Selasa, 05 Februari 2019

Love Potion

(RAMUAN CINTA)



“Apa itu akan benar-benar berhasil?” Tanyaku pada wanita tua itu. 

“Iya, nak. Dengan setetes saja, dan dia akan tertarik kepadamu. Dua tetes, dan dia akan mencintaimu.” Jawabnya dengan suara serak. 

“Bagaimana jika dia meminum semuanya?” Aku bertanya lagi sambil menatap botol kecil itu. Ukurannya sebesar jari kelingkingku. 

“Dia akan tergila-gila padamu! Dia tidak akan berhenti hingga kamu menjadi miliknya,” lalu wanita itu menyeringai. 

Aku sangat mencintainya. Tak ada yang salah jika dia tergila-gila padaku, seperti aku tergila-gila padanya. 

“Oke, kalau begitu aku akan mencobanya.” Kataku sambil memberikannya uang. 

Hari berikutnya, aku bertemu dengan Leo. Aku mengatakan bahwa aku ingin minum kopi bersamanya dan dia menerimanya. Sejak awal kami memang sahabat. Namun sayangnya dia sudah memiliki kekasih. Namun aku akan memastikan bahwa hubungan mereka akan berakhir hari ini. Kami duduk dan menyeruput kopi kami. Dia permisi sebentar untuk pergi ke toilet. Waktu yang tepat. Ketika ia pergi, aku memasukkan semua isi botol mungil itu ke dalam kopinya. Dia segera kembali dan meminumnya sampai habis. Dia berkata sedang terburu-buru dan segera melambai, mengucapkan perpisahan. 

Malam itu, aku sedang duduk sendirian di atas sofaku sambil menonton televisi, dan sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku merasa sangat gugup. Kemudian aku teringat apa yang telah kulakukan tadi. Apakah itu benar-benar manjur? 

Sekilas berita muncul di televisi. Seorang pria tertabrak mobil beberapa blok dari rumahku. Namun mayat pria itu tidak dapat ditemukan. Sebuah gambar kemudian ditayangkan di layar, sebuah rekaman kejadian tabrakan itu. 

Aku pun merinding. Ini tak mungkin terjadi! 

Tangisanku berhenti ketika aku mendengar tiga ketukan di pintuku. Aku berjalan ke arahnya dan membukanya tanpa ragu-ragu. 

Segera aku menyesalinya. 

"Kau... adalah... milikku....” Leo menyeruput darahnya sendiri yang menetes dari tubuhnya yang kini hancur, sukar dikenali. Mobil itu pasti menabraknya dengan kencang!

SC: Reddit Pasta~